|
Written by Asep Haryono
|
|
Wednesday, 27 January 2010 11:52 |
|
Gelorakan Semangat Baru dengan Liukan Waving Flag Celebration Dance; Gerakan Khas Coca Cola Menyambut Piala Dunia Laporan Budi Miank, Jakarta Sabtu malam di Cilandak Town Square. Kaum urban ibukota melepas lelah di akhir pekan. Tak hanya menikmati makan malam. Mereka juga disuguhkan atraksi celebration dance yang dipentaskan Coca Cola. CITOS malam itu benar-benar menjadi milik Coca Cola. Atrium yang mampu menampung ribuan orang dipenuhi anak muda berkaos merah, khas Coca Cola. Mereka akan menampilkan celebration dance, satu tarian dengan gerakan khas diiringi lagu ‘Waving Flag’ – theme song Piala Dunia 2010 versi Coca Cola. Tujuh tiga puluh malam musik berdentum. Lampu sorot menyala. Seorang gadis dengan kostum Coca Cola meliuk. Gerakannya mengundang penyuka fotografi merangsek. Kilatan blitz kamera membuat atrium Citos penuh cahaya. Celebration dance dimulai.
 COCA COLA: Celebration dance khas Coca Cola menyambut kedatangan trophy piala dunia di Jakarta. BUDI MIANK/PONTIANAKPOST
Ada seratus anak muda yang melakukan celebration dance. Kaos merah bertuliskan Coca Cola. Tangan memegang minuman dalam kaleng produk Coca Cola. Mereka menari dengan apik. Berjingkrak seirama dengan musik menambah keriuhan Citos. Mereka kaum muda urban yang terampil. Sebelumnya pada 8 Januari lalu, tarian ini juga sudah ditampilkan di sejumlah tempat di Jakarta, termasuk Bundaran Senayan.
Pengunjung Citos diajak menari. Larut merasakan semangat dan kegembiraan dalam menyambut demam piala dunia. Sungguh hal yang luar biasa. Citos berubah layaknya tempat pesta semangat pagi Coca Cola. FIFA World Cipa Trophy Tour by Coca Cola merupakan program Coca Cola sebagai sponsor resmi FIFA untuk membawa trofi piala dunia berkeliling ke 83 negara sejak September 2009 hingga April 2010. “Indonesia menjadi negara keempat di luar Afrika tempat persinggahan trofi itu. Ini patut menjadi kebanggaan,” kata Senior Branch Manager Coca Cola PT Coca Cola Indonesia Bobby Suadi.
Sebelum singgah di Indonesia, trofi itu berada di Bangkok, Thailand. “Dari Bangkok akan dibawa dengan pesawat carteran khusus. Di pesawat ada 12 perwakilan dari beberapa negara. Mereka akan terus berkeliling di semua negara,” tambah Bobby. Menurut Bobby, Coca Cola sebagai sponsor resmi piala dunia, juga sponsor tunggal tour trofi piala dunia. Pihaknya ingin menyebarkan semangat baru kepada anak muda Indonesia dalam menyongsong kemeriahan piala dnia serta kedatangan trofi itu ke Jakarta.
Trofi piala dunia asli kembali berada di Jakarta dan akan dipamerkan kepada publik pada 26 Januari 2010. “Ini kali kedua trofi asli piala dunia diboyong ke Indonesia oleh FIFA dan Coca Cola sebagai official partner,” kata Bobby. Trofi itu pertama datang pada 2006. Orang Indonesia yang pertama kali menyentuh trofi asli tanpa mengenakan sarung tangan adalah Jusuf Kalla, ketika masih menjabat wakil presiden. “Tidak sembarang orang bisa memegang trofi itu. Kalau bukan pemain sepakbola negara pemenang, hanya orang-orang yang mendapat izin dari FIFA yang boleh. Bahkan mereka yang membawa piala itu berkeliling dunia saja tidak bisa memegang tanpa mengenakan sarung tangan,” jelas Bobby.
Celebration dance berlangsung sekitar satu jam. Pengunjung Citos benar-benar terhibur. Itu terlihat dari banyaknya mereka ikut menari bersama. Bergoyang mengikuti irama lagu yang ekspresif. Penyuka fotografi juga puas. Ambisi melahirkan karya fotografi yang berkualitas pun terpenuhkan. Seratus anak muda yang menjadi penari juga lega. Kerja keras mereka benar-benar terbayarkan. (*)
|
|
Last Updated on Friday, 29 January 2010 21:31 |