|
Menghadiri Forum Konsultatif KangGURU di Bali 10-13 April 2008
Peran Majalah Kang Guru sebagai salah satu majalah gratis yang diberikan kepada siapa saja yang berminat dengan Bahasa Inggris kini mencapai angka yang fantastis. Saat ini sebanyak lebih dari 35.000 eksemplar majalah KGRE dicetak dan didistribusikan empat kali dalam setahun pada bulan Maret, Juni , September dan Desember dan disebarkan di seluruh Indonesia. Laporan Asep Haryono, Bali PUNCAK acara pertemuan consultative meeting dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 April 2008 yang dilaksanakan di salah satu ruangan di gedung IALF Jl.Sesetan Bali. Turut hadir dalam acara diskusi puncak ini adalah mereka yang dikenal para bule dari KGRE Consultative team yang terdiri dari Alana Taliby, Joyce Oei, Alana Taliby, Sue Rodger, Jeanette Lindsay Clark, dan CEO IALF Jakarta, Geoff Crewes. Sedangkan dari Tim Review Kang Guru dari Indonesia adalah Rahma Diana Sari (Ana), Made (IALF) dan Ayu Kusumastuti yang menggantikan peran Maggy Braddy di posisi ELT Media and Communication Coordinator selama 1 (Satu) Tahun ke depan. Geoff Crewes (CEO IALF Jakarta) dan Kevin Dalton (Project Manager KGRE) membuka diskusi dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada 7 (tujuh) orang representative Kang Guru di Indonesia yang sudah diundang untuk menghadiri acara diskusi hari itu. Sebelum menyerahkan jalannya diskusi dan tukar pikiran mengenai majalah Kang Guru sebagai tema diskusi kepada Sue Rodger yang bertindak sebagai pemandu acara, mereka menyatakan bahwa AusAID dan IALF sangat terkesan dengan progress report para perwakilannya di Indonesia dan kembali mengulang betapa pentingnya peran serta para perwakilan tersebut dalam menyebarluaskan informasi KangGuru kepada seluruh masyarakat di Indonesia. “Adalah penting bagi kami bahwa dimulainya KGRE di Indonesia pada tahun 1989 tidak saja berarti penting untuk meningkatkan hubungan persahabatan antara Indonesia Australia tetapi juga merupakan tonggak penting bagaimana menjadikan majalah ini sebagai salah satu pemerkaya khasanah perbendaharaan dan sumber referensi terpercaya dalam penguasaan bahasa Inggris di Indonesia” kata Geoff. Program KGRE yang sudah dimulai tahun 1989 ini memang didanai sepenuhnya oleh AusAID (lembaga bantuan pembangunan luar negeri dari pemerintah Australia). Program radio ini dirancang untuk menghasilkan program siaran radio berbahasa Inggris yang bermutu bagi siswa yang tertarik untuk belajar bahasa Inggris Pemerintah Australia tidak pernah campur tangan dalam hal muatan program. Disamping itu Kang Guru tidak berhubungan dengan masalah politik melainkan mengedepankan pendidikan, seni budaya, silang budaya dan kerjasama pembangunan antar dua negara. Pemerintah Australia melalui AusAID mendanai seluruh program ini untuk menyediakan sumber pembelajaran bahasa Inggris di seluruh Indonesia, menyediakan informasi tentang Australia kepada pemirsa dari Indonesia dan yang terpenting memberikan kontribusi positif terhadap terciptanya hubungan Indonesia-Australia melalui program peningkatan pemahaman silang budaya dan untuk melengkapi program radio tersebut juga diterbitkanlah majalah setiap bulan Maret, Juni, September dan Desember dan majalah itu bernama Majalah Kang Guru Radio English (KGRE) Jalannya Diskusi Sue Rodger yang bertugas di Kang Guru sebagai ELT Materials and Training Co-ordinator membagi kelompok diskusi menjadi 2 bagian. Tim A terdiri atas 4 (empat) orang representative dan 3 orang native speaker dari KGRE Consutative team. Sedangkan Tim B terdiri atas 3 orang representative , 1 orang staff IALF dan 1 bule dari KGRE Consultative Team. Saya termasuk ke dalam ke dalam Tim A yang berhasil menyelesaikan beberapa poin masukan dan rekomendasi untuk diteruskan dalam sesi pertukaran informasi dengan tim B yakni membahas paket bantuan Listening and Reading Class Set (L&RC). Sedangkan Tim B juga membahas program yang sama dan berhasil menyelesaikan diskusi dengan baik dan....
Under Construction ... alias belum selesei Hehehehe. Mohon mangap eh maaf. ilenya sih masih ada, blum di scan. Sabar ya mas om tante abang kakak..... I lop u muah muah
|