| Latar Belakang Gw Bergabung Di Pontianak Post Kisah karir saya dimulai SD saya di Jakarta tepatnya di SD Negeri 01 Pagi Jakarta Utara yang diselesaikan pada tahun 1983. Kemudian Gw melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang SMP. Saat itu saya sekolah di SMP Negeri 34 Jakarta Utara dengan kepala sekolahnya Drs. Pagising yang gendut bangad. Naseb memang sepeninggal saya dari sekolah itu, sang kepala sekolah konon disidik oleh pihak Kepolisian karena terlibat penggelapan duit alias korupsi. Wadaw ada apa ini?. Hehehehe. Lanjut ya, Belum juga Gw naik kelas 2 SMP, eh sudah harus pindah mengikuti kepindahan orang tua saya di daerah Bekasi Selatan tepatnya di Komplek Inkopol Kranji. Pindah sekolah juga la yeaw. Singkat cerita sampailah gw bersekolah di SMP Negeri 4 Bekasi. Pengalaman manis saat saya duduk bersekolah di SMP Negeri 4 Bekasi adalah dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Saya berhasil mencetak Hatrick dengan membukukan angka 9 (sembilan) untuk pelajaran Bahasa Inggris di Ijasah, NEM dan Raport SMP. Kemudian, singkat cerita, saya menamatkan pendidikan di SMA Negeri 2 di Bekasi (Jawa Barat) tahun 1989. Pengalaman manis kembali terulang saat duduk di bangku SMA Negeri 2 Bekasi ini adalah saat saya menjuarai Lomba Menterjemah Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia se SMA Negeri 2 Bekasi. Saat itu saya berhasil menyabet juara II dan mendapat piagam penghargaan yang ditanda tangani oleh kepala Sekolah SMA Negeri 2 Bekasi Ibu Siti Bulan Rasyid. Mungkin sudah ada bakat bahasa Inggris kali ya saya ini. Wallahu Alam. Saya masih ingat saat lomba berlangsung saya masih di kelas 1. Sedangkan juara I dan II nya dipegang oleh anak kelas III. Thanks buat ketua kelas ku saat ini yang bernama Saparih (dia menyebut dirinya justisia). Perawakan jangkung tinggi kulit item persis kaya orang India, dan jago bola volley. Dialah yang meminjamkan sebuah pulpen buat saya berlomba, diberinya pun lewat jendela kelas. Heheh. Trims ya Sapari. Saya masih ingat wajahnya. Suatu saat nanti saya mau ketemu dia. Reuni. Insya Allah. I missed u friend Lepas dari SMA, gw langsung Ikut Seleksi Mahasiswa baru melalui UMPTN (ujian masuk perguruan tinggi negeri). Namun kurang berhasil (gagal-red). Gw gagal UMPTN pada tahun 1989. Saat itu saya memilih IKIP Bandung dengan jurusan FPBS Bhs Inggris. Mungkin karena yang gw pilih universitas kelas "papan atas" kali ya ntah blum rezeki kaleee. Dan kemudian saya mencoba lagi ikut UMPTN ditahun berikutnya (1990) dan berhasil di tahun 1990. Pilihan saya yang pertama waktu itu IKIP UNTAN Pontianak dan Yang Kedua IKIP Medan Sumatera Utara. Waktu itu Ibu saya agak kurang berkenan saya mendapat PTN di luar Pulau Jawa yang notabenenya jauh dari kampung Halaman. Alhamdulillah kemudian saya lulus UMPTN 1990 dan langsung diterima di FKIP Universitas Tanjungpura (Untan) di Pontianak, Kalbar, dengan jurusan Bahasa Inggris. Sebenere saat di terima saya memilih PDU (pendidikan Dunia usaha) Koperasi, namun sesuai saran sodara saya yang di IKIP Jakarta saat itu, bole pindah jurusan. Ah berbekal pengalaman pernah tidak lulus UMPTN tahun lalu, saya ikut saja sarannya. Saya pilih PDU Koperasi, lalu pindah ke jurusan FPBS Bahasa Inggris. Namun sayang 1000 kali sayang. Saat itu Dekan FKIP Untan, Bapak Drs.Mahdi Radjiin, punya ketetapan boleh pindah asal sudah melalui 4 (semester). Ya udah saya harus menunggu 4 semester untuk dapat pindah ke Jurusan yang saya minati sesungguhnya yakni FPBS Bahasa Inggris. Maknya telat keluarnya. Ck ck ck.. Alhamdulillah saya berhasil menguasai Bahasa Inggris lisan dan tulisan periode 7 tahunan kuliah (1990-1998). WIh lama amir. Kemidian saya menganggur. Biasalah tuh. 2 Tahun saya menganggur, dan masih bertahan. Periode tahun 19987 s/d 2000 adalah masa yang cukup berat bagi saya waktu itu. Suatu Masa dimana saya tidak memiliki pekerjaan sama sekali, tidak punya uang serupiah pun. Benar benar masa masa yang cukup berat bagi saya. Bisa dibayangkan tinggal merantau jauh dari orang tua. Dalam pikiran saya waktu itu harus bisa bertahan hidup. Orang Tua sudah menghentikan "supply" ke saya mulai dari tahun 1998. Dengan modal kemampuan berbahasa asing yang Alhamdulillah berhasil saya kuasai, saya mengajar dari satu rumah ke rumah yang lain. Dengan menggunakan sepeda pemberian salah seorang teman di komunitas Kajian Masjid Al Muhtadin Untan, saya asyik memberi pelajaran les bahasa Inggris Door To Door" dan menjadi Pemandu Wisata Apa saja yang penting HALAL. Begitu seterusnya. Saya masih ingat honor mengajar dari rumah ke rumah itu sebesar Rp.50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah). Suatu jumlah yang cukup besar bagi saya saat tahun 1999 waktu itu. Dalam perkembangan selanjutnya (masih dalam status "Pengacara" - Pengangguran Banyak cara-Red), saya dengar kalaw Koperasi Mahasiswa (Kopma) Untan lagi buka lowongan Petugas Jaga Warnet yang akan menjaga Warnet Kopma , dan informasi itu juga sampai ke telinga saya. Singkat kata Gw juga mencoba melamar jadi Petugas Jaga Warung Internet satu satunya saat itu pada tahun 1999. Di sinilah awal mula pertemuan saya dengan Bapak Ganis Sukaryansyah dari koran Pontianak Post secara tidak sengaja. Saya saat itu belum kenal apa itu Pontianak Post. Selidik punya selidik ternyata warnet KOPMA tersebut merupakan kerjasama antara Pontianak post dengan pihak kampus Untan. Pihak Untan yang menyediakan lokasi, listrik dan Bangunan, dan Pihak Pontianak Post yang menyediakan perangkat Hardware dan software PC dan lain sebagainya. Singkat cerita (singkat terus hehehehe). Mulailah gw bekerja di Warnet Kopma Untan itu dengan jadwal shift malam dengan status sebagai Karyawan Kopma Untan. Sedangkan shift siangnya oleh petugas cewe yang bernama Ade Irma dan dengan Jimmy sebagai Adminnya yang kelak kemudian si Jimmy ini jatuh hati pada Ade Irma. Weheheheheh. Ntah bagaimana ceritanya, Wak Gan yang ditugasi mengawasi jalannya Warnet itu mengamati gerak gerik saya. Beliau tertarik dan meminta saya keluar dari Warnet bentukan kerja sama itu dan melamar ke Pontianak Post untuk "jabatan" jaga warnet juga di KOPMA. Dia meminta saya untuk ke Warnet Dragon FULL di bawah manajemen Pontianak Post yang berada di Singkawang. Singkatnya selama 6 bulan saya "mengurus" Warung Internet Pontianak Post di Singkawang. Lalu 8 (delapan) berikutnya Januari s/d Agustus 2001 mengurus Warung Internet Pontianak Post , Warnet Melawi , yang berada di kota Sintang. Hingga akhirnya pada Bulan September 2001 saya diminta oleh Wak Gan untuk segera ke kantor Pontianak Post yang terletak di Jalan Gajah Mada. Dan surat lamaran bekerja di Pontianak Post pun gw layangkan beberapa waktu kemudian. Secara tidak resmi gw bergabung di Pontianak Post pada bulan September 2001 tetapi baru "tercium" oleh management 6 (enam) bulan kemudian hingga terbitnya SK (Surat Keputusan) Kontrak. Sampai sekarang SK yang orisinal itu masih saya simpan dengan baik. Gw masih ingat saat pemberian SK itu bersama 3 (tiga) orang lainnya yakni Bapak Wahyu Cundrik Pamungkas ST, dan Mohsinin. SK diserahkan langsung oleh bapak H.Tabrani Hadi ketika beliau masih sehat. (Sekarang beliau kurang sehat- semoga lekas sembuh ya Pak- Red). Sayang sekali foto saat serah terima SK-nya nyelip ntah dimana. Kalaw ada fotonya sih udah gw pasang di halaman ini. Gw masih cari fotonya, mudah mudahan ketemu. Bergabungnya gw ke team EDP menyemarakkan team yang sudah ada saa itu. Formasi team EDP saat itu adalah gw sendiri, Evan , Wahyu Cundrik Pamungkas, dan Rahmadi Mulya. Dalam perkembangan selanjutnya terjadi banyak Bongkar Pasang dalam tubuh EDP ini. Evan keluar, dan pak Cundrik naik menjadi General Manager (GM). Hingga saat homepage saya ini di edit bulan Oktober 2008, Tidak terasa lebih dari 7 (tujuh) Tahun saya bergabung di Pontianak Post. Saya menargetkan hanya sampai tahun 2011 adalah batas terakhir saya bekerja di Kantor ini karena saya ingin kembali kuliah seperti dulu lagi. Iri rasanya kalaw lihat mahasiswa kuliah di kampus. Kata beberapa orang di kantor pernah bilang kalaw saya itu nda bakat bekerja di sini , memang iya kayaknya sih. Saya punya mimpi ingin kuliah di Australia suatu saat nanti dan kembali ke kampus setelah selesai. Ntah mengajar atau apa. Mimpi? ya gakpapa toh. Selama MIMPI masih gratis, mengapa tidak. Mulai sekarang tahap ke arah perwujudan mimpi itu sudah dimulai sedikit demi sedikit. Seiring dengan perjalanan waktu. Memasuki tahun 2008 ini pekerjaan saya bertambah lagi dengan tidak saja mengurus homepage Pontianak Post tetapi juga menarik foto AFP dan REUTERS setiap hari. Dan itu kadang membuat gw pulang cukup telat dari jadual biasanya pada pukul 16.00 WIB. Selain tugas utama mengoperasikan situs web Pontianak Post, gw juga melakukan pengerjaan tugas lainnya yang masih berkaitan erat dengan input data misalnya menarik foto AFP/Reuters dan juga "bonus" pekerjaan lain yakni menginput database photo dan file file PDF setiap harinya. Barangkali itulah sekilas singkat kilas balik dari perjalanan karir saya yang dirintis dari bawah hingga pada saat sekarang ini. Semuanya berkat pertolongan dari ALLAH SWT melalui Bapak Ganis Sukaryansyah itu. Insya Allah saya tidak akan melupakan kebaikan beliau. Kesimpulan Dari sinilah gw bisa sadar dan tau diri bahwa gw masuk dengan menggunakan bantuan
"jasa" orang. Dengan kata lain bisa dikatakan
gw ' pakai orang dalam' atau rekanan. Sungguh cara yang
tidak santun , namun dalam hal ini saya "dibantu" orang
lain, dan tidak minta di"bantuin". Namanya juga mendapat
bantuan jadi terima bersih aja toh?.
Saya senang karena Pola Penerimaan dan perekrutan Karyawan
baru pada masa sekarang sudah berpola umum. Umum itu bagaimana
maksudnya?. Maksud gw yang dimaksud standar di sini adalah
informasi lowongan pekerjaan itu disampaikan melaui media
massa (koran) agar persaingan menjadi kompetitif, fair,
adil dan transparan. Sang pelamar mengirimkan lamaran pekerjaan,
dipanggil, di tes, wawancara, dan bekerja. Begitu urutannya.
Saya bangga karena Pontianak Post sudah
menerapkan pola ini dan mudah mudahan demikian seterusnya
. Ini yang sangat saya sukai. Profesional khan. Nah gitu
donk. Dua jempol deh. Salut.
Dengan pola penerimaan Pegawai yang rapih dan profesional
kaya sekarang ini, persaing secara sehat dan fair jelas
terlihat. Peluang penyelewengan atau lewat pintu belakang
memang akan tetap terbuka dan selalu tercipta peluang untuk
melakukan itu. Ini selalu ada dimana mana. Dalam situs saya
ini saya mengakui secara terbuka bahwa saya bukanlah
contoh yang baik. Saya jangan ditiru.
|